Jumat, 19 Oktober 2012

Demografi

Rendy Ferdian Budi P H
15210741
3EA16

Demografi
Merupakan dari istilah dari dua kata Yunani yaitu demos berarti rakyat atau penduduk graphein yang berarti menggambar atau menulis. Sedangkan pengertiannya adalah studi kependudukan manusia menyangkut ukuran, kepadatan, lokasi, usia, jenis kelamin, ras, lapangan kerja, dan data statistic. Lingkungan demografi menjadi minat utamaperusahaan karena lingkungan demografis menyangkut masyarakat dan masyarakat membentuk pasar.

Faktor-Faktor Demografi
Faktor demografi yang mempengaruhi tinggi rendahnya pertumbuhan penduduk:
  • Struktur umur
  • Struktur perkawinan
  • Umur kawin pertama
  • Paritas
  • Disrupsi perkawinan
  • Proporsi yang kawin

Fungsi Dari Demografi
1        Kuantitas
2        Komposisi
3        Distribusi

Data Demografi
1        Sensus penduduk
2        Survai sample penduduk
3        Sistem regristrasi

Donald J Bougue(1969) mendefinisikan demografi sebagai ilmu yang mempelajari secara statistic dan matematik jumlah, komposisi, distribusi penduduk, dan perubahan-perubahannya sebagai akibat bekerjanya komponen-komponen pertumbuhan penduduk, yaitu kelahiran (fertilitas), kematian (mortalitas), perkawinan, migrasi, dan mobilitas social.
Faktor demografi adalah salah satu dari sekian banyak faktor eksternal dari lingkungan pemasaran. Tren Demografi yang terbentuk sangat andal digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan jangka pendek dan menengah. Ada masalah bagi perusahaan yang tiba-tiba terkejut karena perkembangan demografi. kekuatan demografi utama yang selalu dipantau Marketer adalah populasi, Karena orang membentuk pasar. Para marketer benar-benar tertarik pada besarnya jumlah penduduk dan angka pertumbuhan penduduk di kota, bauran umur populasi, etnis dan pasar lain, kelompok pendidikan, pola rumah tangga, pergeseran geografis dan populasi.

Manfaat Demografi Dalam Pemasaran
            Sangatlah penting didalam dunia pemasaran khususnya di zaman seperti ini karena dari situ kita dapat mengetahui secara terperinci criteria barang-barang yang nantinya akan dikonsumsi oleh masyarakat dengan dilihat dari aspek usia, pendapatan, pekerjaan,dsb. Maka dari itu masuklah ke dalam penilaian segmentasi pasar dengan pengertiannya adalah proses membagi-bagi pasar yang semula berperilaku heterogen menjadi beberapa kelompok pasar yang sekarang berperilaku lebih seragam. Secara umum, tujuan segmentasi pasar adalah untuk memperoleh bagian pasar yang mempunyai karakter dan berperilaku yang lebih seragam.

Basis Segmentasi Pasar
            Basis segmentasi pasar (pembagian) pasar bagi produk perusahaan satu dengan yang lain belum tentu sama. Basis segmentasi untuk pasar konsumen yang paling umum dapat digunakan adalah aspek geografis, demografis, psikografis dan perilaku.
  1. Geografis (wilayah, pemukiman, perkotaan dsb.)Pasar dapat dibedakan menurut batas-batas wilayah atu daerah. Misalnya pasar daerah barat dan daerah timur.
  2. Demografis (usia, jenis kelamin, pendapatan, pendidikan, pekerjaan, dsb.)Pasar dapat dibedakan menurut perbedaan misalnya usia. Perilaku pasar kanak-kanak akan bebeda dengan pasar dewasa.
  3. Psikografis (sikap, motivasi, persepsi, dsb.)Pasar dapat dibedakan menurut perbedaan misalnya sikap konsumen terhadap produk tetentu.
  4. Kebiasaan (membeli, mengkonsumsi, dsb.)
Segmentasi Pasar Diperlukan Karena :
1        Perusahaan dapat lebih baik memahami perilaku segmen-segmen pasar yang lebih homogen sehingga dapat lebih baik dalam melayani kebutuhan-kebutuhan mereka. Program pemasaran dapat lebih diarahkan sesuai dengan perilaku dan kebutuhan masing-masing segmen pasar.
2        Apabila pasar terlalu luas dan berperilaku sangat beragam, perusahaan dapat memilih satu atau beberapa segmen pasar saja. Sehingga kapasitas pasar dapat lebih sesuai dengan luas segmen-segmen pasar yang terbentuk.

Jumat, 05 Oktober 2012

ASPEK-ASPEK DALAM ILMU PERILAKU KONSUMEN

Rendy Ferdian Budi P H
15210741
3EA16

Perilaku konsumen
Adalah proses dan aktivitas seseorang yang berhubungan dengan pencarian, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa untuk memenuhi kebutuan maupun keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan membeli. Untuk barang berharga jual rendah keputusan yang diambil dengan mudah dan barang berharga jual tinggi keputusan yang yang diambil dengan sulit. Pengertian konsumen itu sendiri adalah individu yang selalu mengkonsumsi suatu barang tertentu dengan tujuan dipakai sendiri bagi dirinya.

Teori Perilaku Konsumen
            Teori perilaku konsumen dibedakan menjadi dua macam yaitu pendekatan nilai guna (utiliti) dan pendekatan nilai guna ordinal. Dalam pendekatan nilai guna cardinal dianggap manfaat atau kenikmatan yang diperoleh seorang konsumen dapat dinyatakan secara kuantitatif. Dalam pendekatan nilai guna ordinal, manfaat atau kenikmatanyang diperoleh dari masyarakat yang dikonsumsibarang-barang tidak dikuantifikasi.
                         
Model Perilaku Konsumen
Untuk menjelaskan perilaku konsumen perlu dibangun model analisis yang memadai. Keputusan pembelian konsumen untuk membeli atau tidak membeli merupakan respons perilaku atas stimulan yang diterima konsumen. Model yang mendasarkan pada arus proses perilaku konsumen ini sering dikenal sebagai model rangsang-tanggapan (stimulus respons model).
Didasarkan pada konsep pemahaman yang memperkuat kembali (reinforcement theory of learning) atas motivasi seseorang sebagai respons atas stimulan yang diterima sebelumnya. Respons yang terjadi (effeccts of learning) akan menjadikan perilaku seseorang (merupakan faktor keluaran). Model ini dikembangkan oleh ahli psikologi, BF Skinner (1971).
Stimulan yang merupakan masukan proses perilaku dibedakan atas rangsangan pemasaran dari perusahaan dan rangsangan dari lingkungan konsumen itu sendiri. Sedang proses pengambilan keputusan dipengaruhi oleh faktor personal maupun sosial konsumen. Respons perilaku konsumen sebagai faktor keluaran dapat merupakan keputusan pembelian (dan pembelian selanjutnya) atau tidak melakukan pembelian (menolak produk yang ditawarkan).
Model rangsang-tanggapan (S-R model) adalah sebagai berikut
Stimulus
Pemasaran
Lingkunga

Proses Perilaku









Faktor Personal

Proses Pengambilan Keputusan


Faktor Sosial









Respons

Perilaku







Faktor Personal
Motivasi
            Motivasi adalah dorongan (drive) internal untuk melakukan tindakan sesuatu sebagai usaha pemenuhan kebutuhan (needs).
Persepsi
            Persepsi adalah proses pemilihan, pengorganisasian, dan pengartian informasi berdasarkan pengalaman pribadi.
Pemahaman
            Pemahaman (learning) adalah proses perubahan pemikiran atau pemahaman seseorang karena adanya pengalaman pribadi sebelumnya.
Kepercayaan
            Kepercayaan adalah deskripsi tingkat penerimaan pemikiran seseorang atas sesuatu obyek atau gejala.
Sikap
            Sikap adalah penilaian relatif seseorang suatu obyek atau pemikiran tertentu secara konsisten.

Faktor Sosial
Peran dan Status
            Peran adalah kegiatan seseorang untuk menyatakan keberadaan atau yang diharapkan pada dirinya dalam lingkungannya. Status adalah penghargaan umum kelompok terhadap seseorang.
Keluarga
            Keluarga adalah kelompok terkecil dalam masyarakat meliputi orang tua dan anak-anaknya.
Klas Sosial
            Klas sosial adalah tingkatan dari struktur klas masyarakat yang berjenjang dan relatif permanen dalam persamaan nilai, minat, dan perilaku.
Kultur
            Kultur adalah sistem nilai, persepsi, kebutuhan, dan perilaku yang dipahami oleh setiap anggota masyarakat melalui keluarga atau kelompok penting lainnya.
Kelompok Referensi
            Kelompok referensi adalah kelompok yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi pembentukan perilaku dan sikap seseorang.

           


Selasa, 17 April 2012

Demokrasi: Antara Teori dan Pelaksanaannya di Indonesia


1.                 Pengantar: Arti, Makna, dan Manfaat Demokrasi

Demokrasi berasal dari kata Yunani demos dan kratos. Demos artinya rakyat, Kratos berarti pemerintahan. Jadi, demokrasi berarti pemerintahan rakyat, yaitu pemerintahan yang rakyatnya memegang peranan yang sangat menentukan.

Manfaat Demokrasi

  1. Kesetaraan sebagai Warga Negara
Demokrasi bertujuan memperlakukan semua orang adalah sama dan sederajat.

  1. Memenuhi Kebutuhan-Kebutuhan Umum
Dibandingkan pemerintahan tipe sosialis dan fasis, pemerintahan yang demokratis lebih mungkin untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan rakyat biasa.

  1. Pluralisme dan kompromi
Demokrasi mengandalkan debat terbuka, persuasi, dan kompromi. Metode demokratis untuk mengatasi perbedaan-perbedaan adalah lewat diskusi, persuasi, kompromi, dan bukan dengan pemaksaan atau pameran kekuasaan.

  1. Menjamin Hak-hak Dasar
Demokrasi menjamin kebebasan-kebebasan dasar. Diskusi terbuka sebagai metode mengungkapkan dan mengatasi masalah-masalah pebedaan dalam kehidupan social. Kebebasan yang ditetapkan dalam konvensi tentang hak-hak sipil dan politis: hak kebebasan berbicara, hak berserikat dan berkumpul.

  1. Pembaruan Kehidupan Sosial
Demokrasi memungkinkan terjadinya pembaruan kehidupan social. Misalnya, proses alih generasi tanpa pergolakan atau kekacauan pemerintahan yang biasanya mengikuti pemberhentian tokoh kunci dalam rezim nondemokratis.

B       Nilai-nilai Demokrasi

  1. Kesadaran akan pluralisme
Hidup demokratis harus menjaga keberagaman yang ada di masyarakat yakni dari sisi etnis, bahasa, budaya, agama, dan potensi alamnya.

  1. Sikap yang jujur dan pikiran yang sehat
Pengambilan keputusan didasarkan pada prinsip musyawarah mufakat, dan memerhatikan kepentingan masyarakat pada umumnya.



  1. Demokrasi membutuhkan kerja sama antarwarga dan sikap serta itikad baik
Jika masyarakat yang terkotak-kotak dan penuh curiga kepada masyarakat lainnya mengakibatkan demokrasi tidak berjalan dengan baik.

  1. Demokrasi membutuhkan sikap kedewasaan
Demokrasi mengharuskan kesadaran dengan tulus menerima kompromi atau kekalahan dalam mengambil keputusan.

  1. Demokrasi membutuhkan pertimbangan moral
Mewajibkan adanya keyakinan bahwa cara mencapai kemenangan haruslah sejalan dengan tujuan dan berdasarkan moral serta tidak menghalalkan segala cara.

C       Prinsip dan Parameter Demokrasi
           
            Menurut Robert A Dahl terdapat tujuh prinsip demokrasi yang harus ada dalam sistem pemerintahan yaitu:
  1. Adanya kontrol atau kendali atas keputusan pemerintahan
  2. Adanya pemilihan yang teliti dan jujur
  3. Adanya hak memilih dan dipilih
  4. Adanya kebebasan menyatakan pendapat tanpa ancaman
  5. Adanya kebebasan mengakses informasi
  6. Adanya kebebasan berserikat yang terbuka

Parameter untuk mengukur demokrasi dapat dilihat dari empat hal yaitu:
  1. Pembentukan pemerintah melalui pemilu
  2. Sistem pertanggungjawaban pemerintahan
  3. Pengaturan system dan distribusi kekuasaan negara
  4. Pengawasan oleh rakyat

D       Jenis-jenis Demokrasi

1.                 Demokrasi Berdasarkan Cara Menyampaikan Pendapat

a.       Demokrasi langsung
Rakyat diikutsertakan dalam pengambilan keputusan untuk menjalankan kebijakan pemerintahan.
b.      Demokrasi tidak langsung atau demokrasi perwakilan
Dijalankan oleh rakyat melalui wakil rakyat yang dipilihnya melalui pemilu.
c.       Demokrasi perwakilan dengan sistem pengawasan langsung dari rakyat
Merupakan campuran antara demokrasi langsung dengan demokrasi perwakilan. Dipemerintahan ini wakil rakyat menjalankan tugasnya melalui referendum dan inisiatif rakyat. Referendum adalah pemungutan suara untuk mengetahui kehendak rakyat langsung.


Referendum diklasifikasikan menjadi  tiga yaitu:
  1. Referendum wajib
Dilakukan ketika ada perubahan atau pembentukan norma penting dan mendasar dalam UUD (konstitusi) atau UU yang sangat politis.
  1. Referendum tidak wajib
Dilaksanakn dalam waktu tertentu setelah rancangan undang-undang diumumkan.
  1. Referendum konsutatif
Hanya sebats meminta persetujuan, karena rakyat tidak mengerti permasalahannya.

2.                 Demokrasi Berdasarkan Titik Perhatian atau Prioritas

a.       Demokrasi formal
Semua orang dalam kedudukan yang sama dalam bidang politik tanpa mengurangi kesenjangan ekonomi.
b.      Demokrasi material
Manusia mempunyai kesamaan dalam bidang social-ekonomi, sehingga persamaan bidang politik tidak menjadi prioritas.
c.       Demokrasi campuran
Campuran dari kedua demokrasi yang berupaya menciptakan kesejahteraan seluruh rakyat dengan menempatkan persamaan derajat dan hak setiap orang.

3.                 Berdasarkan Prinsip Idiologi

a.   Demokrasi liberal
Demokrasi ini memberikan kebebasan yang luas pada individu.
b.      Demokrasi rakyat atau demokrasi proletar
Demokrasi ini bertujuan mensejahterakan rakyat.

4.                 Berdasarkan Wewenang dan Hubungan antar Alat Kelengkapan Negara

a.       Demokrasi sistem parlementer
1.      DPR lebih kuat dari pada pemerintah.
2.      Kepala pemerintah disebut Perdana Menteri.
3.      Kebijakan pemerintah disesuaikan dengan tujuan politik anggota parlemen
4.      Kedudukan kepala negara terpisah dari kepala pemerintah, biasanya hanya berfungsi sebagai symbol negara.
5.      Jika pemerintah tidak mampu, DPR dapat meminta mosi tidak percaya.







b.      Demokrasi system presidensial
  1. Negara dikepalai presiden.
  2. Kekuasaan presiden dipilih oleh rakyat langsung.
  3. Presiden mempunyai kekuasaan mengangkat dan memberhentikan menteri.
  4. Menteri tidak bertanggung jawab kepada DPR melainkan kepada presiden.

E.               Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia

1.                 Demokrasi Parlementer (Liberal)

Masa Demokrasi parlementer (1945-1959), kehidupan politik dan pemerintahan tidak stabil, sehingga program dari suatu pemerintahan tidak dapat dilaksanakan dengan baik dan berkesinambungan penyebabnya sering bergantinya pemerintahan yang bertugas.

2.                 Demokrasi Terpimpin

Secara konsepsional, demokrasi terpimpin memiliki kelebihan yang dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi masyarakat.Namun dalam praktiknya, tidak direalisasikan sebagai mestinya sehingga seringkali menyimpang dari nilai-nilai pancasila, UUD 1945, dan budaya bangsa.

3.                 Demokrasi Pancasila Pada Era Orde Baru

Secara konseptual, Demokrasi Pancasila masih dianggap dan dirasakan paling cocok diterapkan di Indonesia yang bersumberkan pada pola pikir dan tata nilai sosial budaya bangsa Indonesia, dan menghargai hak individu yang tidak terlepas dari kepentingan sosial.

F.                Mengembangkan Sikap Demokrasi

Untuk mengembangkan sikap demokrasi, maka proses pembelajaran dan pendidikan akan lebih efektif bila dimulai dari mengkaji ciri dan prinsip Demokrasi Pancasila. Namun demikian, praktik demokrasi yang dijalankan pada masa orde baru masih terdapat penyimpangan yang salah satu contohnya maraknya praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme.

4.                 Demokrasi Langsung pada Era Orde Reformasi

Demokrasi yang dijalankan pada masa reformasi masih tetap Demokrasi Pancasila. Perbedaannya terletak pada aturan pelaksanaan dan praktik penyelenggaran misalnya saja dalam pemilihan umum lebih demokratis.



Berikut ini orang tua menanamkan nilai demokrasi pada anak:
1.      Memberikan perhatian.
2.      Menjadi pembicara yang baik.
3.      memberikan kesempatan memperbaiki sebelum memberi sanksi.
4.      Menghormati anak.
5.      Melibatkan anak dalam mengambil keputusan.

Pembelajaran demokrasi di perkuliahan:
1.      Menjadikan mahasiswa sebagai teman dalam proses perkuliahan.
2.      Pendidik sebaiknya berlapang dada menerima kritik murid.
3.      Mengembangkan sikap adil, terbuka, dan bijaksana.
4.      Menghindari mencaci-maki.

Hal yang perlu diperhatikan mahasiswa:
1.      Aktif dalam memberikan ide, gagasan, dan pikiran kepada dosen.
2.      Mempunyai motivasi agar lebih maju dan dewasa.
3.      Mengembangkan kepekaan terhadap lingkungan sekitar.
4.      Mengembangkan derajat sehat jasmani dan rohani.
5.      Bisa memahami perasaan orang lain.
6.      Mempunyai kemauan untuk belajar.
7.      Mempunyai kemauan untuk berorganisasi.

Hal yang perlu diperhatikan oleh masyarakat dan pemerintah dalam demokrasi:
1.      Mendidik masyarakat untuk bersikap dewasa.
2.      Bersikap ksatria dengan mengakui kekalahan.
3.      Menghargai perbedaan pendapat.
4.      Mencari titik perbedaan pendapat.
5.      Menghilangkan tindakan kekerasan.
6.      Mengembangkan sikap sensitive dan empati terhadap kepentingan rakyat.
7.      Mengembangkan kerja sama.
8.      Mengembangkan masyarakat untuk aktif dalam memberikan pengawasan.




Selasa, 03 April 2012

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN


Mahasiswa
Mahasiswa berasal dari kata Maha dan siswa yang berarti siswa yang dimahakan dan mempunyai daya pikir yang tinggi sebagai intelektual muda yang berada  di negeri ini. Mereka pun di didik menjadi manusia yang mempunyai sifat berbudi pekerti yang tinggi agar nantinya mampu meneruskan negara ini ke arah yang lebih baik lagi. Di dalam perkembangannya, mahasiswa pun juga mampu mengkudeta paksa pemerintahan yang di anggap tidak cakap lagi menjadi leadership. Masih ingatkah peristiwa 21 Mei 1998, saat itu ribuan mahasiswa mampu menduduki gedung MPR-DPR yang berada di senayan dan akhirnya menjadi lautan manusia. Penyebabnya  pada masa Era Orde Baru mengalami antiklimaks kekuasaan setelah pada akhir tahun 1997 negara Indonesia mengalami krisis moneter yang selanjutnya berkembang menjadi krisis multidimensi karena terperangkap hutang luar negeri yang besar dan banyaknya praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) yang melibatkan pejabat birokrasi dan pengusaha maka lengserlah almarhum Presiden Soeharto saat itu juga. Terjadilah penjarahan dimana-mana yang membuat mencekam di seluruh nusantara ini. Masuk di era tahun 2000, banyak dari teman-teman mahasiswa yang bertindak anarkis menjurus pengrusakan berbagai fasilitas umum dalam melakukan aksinya. Terbaru contohnya kejadian di Jakarta dan Makassar tanggal 27 Maret 2012 menentang kebijakan pemerintah saat ini yang ingin menaikkan harga BBM. Meskipun, bukan hanya di dua kota tersebut saja kejadiannya bahkan kalo dilihat hampir diseluruh kota di Indonesia melakukan hal yang serupa. Karena mahasiswa sekarang sangat peka terhadap dampak jika benar terjadi naiknya harga BBM bahkan masyarakat awam pun tahu yakni melambungnya harga sembilan bahan pokok (sembako). Walaupun harga BBM ditunda kenaikkannya tetap saja semua kebutuhan tersebut sudah naik terlebih dahulu yang membuat makin menjerit rakyat miskin. Tetapi yang sangat disayangkan adalah aksi pengrusakan oleh mereka semua dalam peristiwa kemarin karena tidak sedikit fasilitas-fasilitas umum yang mengalami kerusakan. Masyarakat pun juga sangat menyayangkan tindakan tersebut. Saya pun sangat setuju dengan orasi teman-teman mahasiswa tersebut yang diteriakkan dari pagi hingga malam yang tak kenal lelah menentang kenaikan harga BBM tetapi saya tidak setuju dengan tindakan anarkis. Saya mencoba menyarankan agar dalam melakukan orasi janganlah bertindak anarkis karena dari situ mungkin ada sebagian masyarakat yang merasa dirugikan. Maka, mari kita tunjukkan bahwa mahasiswa cinta damai dan berintelektual.
NKRI satu menuju Indonesia yang damai..




Pendidikan kewarganegaraan
1.     Untuk membangun suatu tatanan masyarakat yang demokrtis dan      berkeadaban, sesuai yang diamanatkan oleh matakuliah ini, maka sikap warga negara harus memiliki karakter atau jiwa yang demokratis antara lain:

A)  Rasa hormat dan tanggung jawab
B)   Bersikap kritis
C)   Membuka diskusi dan dialog
D)  Bersifat terbuka
E)   Rasional
F)    Jujur
Jelaskan semua A-F secara mendalam dan berikan contohnya

2.     Apa yang saudara ketahui tentang visi dan misi?

Jelaskan visi dari pendidikan kewarganegaraan dalam menghadapi era globalisasi, secara meluas dan mendalam

Jawaban
1.
A) Rasa hormat dan tanggung jawab
          Didalam pendidikan kewarganegaraan kita mengenal yang lebih tua harus menyangi yang lebih muda dan yang muda harus menghormati yang lebih tua. Jadi, didalam konteks kehidupan kita harus menghormati orang  tua kita yang telah membesarkan dari kecil hingga besar bahkan mempertaruhkan nyawanya ketika melahirkan. Contoh: Ketika mereka memberi tugas atau amanah, kita sebagai anak harus melaksanakan dengan penuh rasa hormat dan tanggung jawab.

     B) Bersikap kritis
          Dimana kita mampu memilih mana yang baik atau yang tidak baik bagi kehidupan kita apalagi di zaman globalisasi seperti saat ini sangatlah mudah mendapat informasi entah baik ataupun buruk.
          Contoh: Dalam kehidupan sehari-hari memang tidak pernah bisa jauh dengan yang namanya televisi dan kita pun harus mampu memilih acara atau tontonan yang berguna bagi kita setiap hari.

    

     C) Membuka diskusi dan dialog
          Mampu menyesuaikan diri pada lingkungan yang baru pada situasi apapun dan tidak canggung ketika bertemu pada orang yang sebelumnya tidak dikenal setelah itu kita ajak untuk berbicara.
          Contoh: Ketika baru masuk Universitas selalu diadakan ospek yang berguna untuk saling kenal satu sama lain setelah itu kita membuka diskusi teman baru kita dengan obrolan ringan yang diselingi dengan berdialog mengenai profil diri masing-masing.

     D) Bersifat terbuka
          Sikap terbuka merupakan sikap yang secara internal menunjukkan adanya keinginan dari setiap warga negara untuk membuka diri dalam memahami hukum yang berlaku di dalam masyarakat.
          Contoh: Sanggup menyatakan suatu ketentuan hukum adalah benar atau salah.

     E) Rasional
          Merupakan sikap yang ditunjukkan oleh seseorang dalam memahami ketentuan-ketentuan hukum dikembalikan pada data, fakta, dan dapat diterima oleh akal sehat.
          Contoh: Sanggup menyatakan ya atau tidak untuk suatu pelaksanaan ketentuan hukum dengan segala konsekuensinya.

     F) Jujur
          Sikap jujur adalah berkata apa adanya sesuai dengan kenyataan tanpa ada yang direkayasa sedikitpun dan wajib ditanamkan dalam diri sejak dini.
          Contoh: Dalam skandal korupsi wisma atlet, diharapkan para terdakwa mengatakan yang sebenarnya tanpa harus ada yang ditutupi didepan hakim jika memang terlibat dalam kasus tersebut.

2       Visi adalah suatu pandangan jauh yang telah dipikirkan oleh suatu organisasi atau pun perusahaan agar nantinya tercapai apa yang dituju sejak awal.

Misi adalah suatu arahan organisasi atau perusahaan yang direncanakan di dalam visi agar dapat terwujud dan menjadi goal.


Visi dari pendidikan kewarganegaraan di era globalisasi yaitu mencetak generasi penerus yang berbudi pekerti tinggi agar mampu menjalani segala kegiatan tanpa lupa dengan sifat dari pendidikan kewarganegaraan itu sendiri.