Minggu, 28 April 2013

PENGHIJAUAN

Penghijauan adalah proses kegiatan dimana melakukan aksi penanaman pohon yang berguna bagi seluruh insan makhluk hidup di Bumi. Penghijauan memang sudah sepatutnya dilakukan bahkan jika perlu dibuatkan saja undang-undangnya bahwasannya diwajibkan bagi siapa saja melakukan kegiatan tersebut seperti yang dicanangkan pemerintah yaitu aksi 1 milliar pohon setiap tahunnya. Melihat cuaca yang akhir-akhir ini yang tidak menentu kadang panas kadang hujan yang tidak mengenal musim. Jika dilihat pasti ada kaitannya dengan Global Warming atau Pemanasan Global yang sudah mendunia di seantero jagat raya ini. Faktanya pun sudah ada, dengan mencairnya es di kutub utara maupun kutub selatan yang mengakibatkan tingkat permukaan air laut meninggi bahkan banyak pulau-pulau kecil yang ada di beberapa negara lain sudah mulai tertutup permukaannya. Lantas bagaimana dengan negara Indonesia yang sebagai negara kepulauan yang dari Sabang hingga Merauke jika permukaannya secara perlahan juga mengalami hilangnya suatu permukaan. Pemanasan Global itu sendiri adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi. Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi meningkat 0,74 ± 0,18 oC(1,33 ± 0,32 oF) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut. Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100. Perbedaan angka perkiraan itu disebabkan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca pada masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil. Ini mencerminkan besarnya kapasitas kalor lautan. Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrem, serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan. Beberapa hal yang masih diragukan para ilmuwan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi pada masa depan, dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa, jika ada, tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekuensi-konsekuensi yang ada. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca. Jadi, marilah kita melakukan aksi penghijauan yang dapat mengurangi efek dari pemanasan global tersebut terlebih lagi dengan nantinya akan membuat lingkungan sekitar kita menjadi sejuk. Kalo bukan kita yang melakukan lalu siapa lagi . .
Literature : Wikipedia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar